Wednesday

Masihkah kita mengenal mereka ?

“Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”. (Hadits Muslim no. 145)
“Janganlah kalian mencela para sahabatku. Andaikan seorang di antara kalian berinfaq emas sebesar gunung Uhud, niscaya infaq itu tak mampu mencapai satu mud infaq mereka, dan tidak pula setengahnya” (HR. Bukhari 3470, Muslim 2541)
“Akan senantiasa ada di antara ummatku sekelompok orang yang tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka sehingga datang (hari Kiamat) ketetapan Allah, sedangkan mereka tetap dalam keadaan demikian.” (Hadits Muslim)
Imam Malik telah berkata :
“Setiap kebaikan adalah apa-apa yang mengikuti para pendahulu (salaf), dan setiap kejelekan adalah apa-apa yang diada-adakan orang kemudian (kholaf)” dan “Tidak akan baik akhir dari umat ini kecuali kembali berdasarkan perbaikan yang dilakukan oleh generasi pertama”.
1. Khalifah ar-Rasyidin
  • Abu Bakr Ash-Shiddiq
  • Umar bin Al-Khaththab
  • Utsman bin Affan
  • Ali bin Abi Thalib
2. Al-Abadillah :
  • Ibnu Umar
  • Ibnu Abbas
  • Ibnu Az-Zubair
  • Ibnu Amr
  • Ibnu Mas’ud
  • Aisyah binti Abubakar
  • Ummu Salamah
  • Zainab bint Jahsy
  • Anas bin Malik
  • Zaid bin Tsabit
  • Abu Hurairah
  • Jabir bin Abdillah
  • Abu Sa’id Al-Khudri
  • Mu’adz bin Jabal
  • Abu Dzarr al-GhifariSa’ad bin Abi Waqqash
  • Abu Darda’
3. Para Tabi’in
  • Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
  • Urwah bin Zubair wafat 99 H
  • Sa’id bin Jubair wafat 95 H
  • Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
  • Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
  • Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
  • Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
  • Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
  • Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
  • Muhammad bin Sirin wafat 110 H
  • Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
  • Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
  • Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
  • Ikrimah wafat 105 H
  • Asy Sya’by wafat 104 H
  • Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
  • Aqamah wafat 62 H
4. Para Tabi’ut tabi’in :
  • Malik bin Anas wafat 179 H
  • Al-Auza’i wafat 157 H
  • Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
  • Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
  • Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
  • Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
  • Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H
5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in
  • Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
  • Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
  • Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
  • Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
  • Imam Syafi’i wafat 204 H
6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :
  • Ahmad bin Hambal wafat 241 H
  • Yahya bin Ma’in wafat 233 H
  • Ali bin Al-Madini wafat 234 H
  • Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
  • Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
  • Ibnu Qutaibah Wafat 236 H
7. Kemudian murid-muridnya seperti:
  • Al-Bukhari wafat 256 H
  • Muslim wafat 271 H
  • Ibnu Majah wafat 273 H
  • Abu Hatim wafat 277 H
  • Abu Zur’ah wafat 264 H
  • Abu Dawud : wafat 275 H
  • At-Tirmidzi wafat 279
  • An Nasa’i wafat 234 H
8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:
  • Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
  • Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
  • Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
  • Ad-Daruquthni wafat 385 H
  • Ath-Thahawi wafat 321 H
  • Al-Ajurri wafat 360 H
  • Ibnu Hibban wafat 342 H
  • Ath Thabarany wafat 360 H
  • Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
  • Al-Lalika’i wafat 416 H
  • Al-Baihaqi wafat 458 H
  • Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
  • Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H
9. Murid-Murid Mereka :
  • Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
  • Ibnu Taimiyah wafat 728 H
  • Al-Mizzi wafat 742 H
  • Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)
  • Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  • Ibnu Katsir wafat 774 H
  • Asy-Syathibi wafat 790 H
  • Ibnu Rajab wafat 795 H
10. Ulama Generasi Akhir :
  • Ash-Shan’ani wafat 1182 H
  • Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
  • Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
  • Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
  • Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
  • Ahmad Syakir wafat 1377 H
  • Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
  • Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
  • Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
  • Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
  • Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
  • Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
  • Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
  • Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
  • Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
  • Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
  • Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
  • Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah
Ulama salaf ahlul hadits yang lain :
  • Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Sallam (wafat 220H)
  • Ibnu Abi Syaibah (159-235 H)
  • Imam Asy Syaukani (172-250 H)
  • Imam al-Muzanniy (wafat 264H)
  • Imam Al Ajurri (190-292H)
  • Imam Al Barbahari (wafat 329 H)
  • Abdul Qadir Al Jailani (471-561 H)
  • Al-Hafidh Al Mundziri 581-656H
  • Imam Nawawi (631-676H)
  • Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
  • Ibnu Hajar Al ‘Asqolani (773-852 H)
  • Imam As Suyuti (849-911 H)
Ulama sekarang :
  • Syaikh Ahmad An-Najmi (1346-1410.H)
  • Syaikh Abdullah Muhammad IbnHumayd (1329-1402H)
  • Syaikh Muhammad Aman Al-Jami (1349-1416 H)
  • Syaikh Muhammad Dhiya`I (1940-1994.M)
  • Syaikh Abdullah Al Ghudayyan (1345H..H)
  • Syaikh Ubail Al-Jabiri (1357H..H)
  • Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin (1349H..H)
  • Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilali 1377H/1957M
  • Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby (1380H..H)
  • Syaikh Abu Ubaidah Masyhur Hasan Salman (1380.H..H)
  • Syaikh Abdullah Bin Abdirrahim Al-Bukhari
  • Syaikh Ali bin Yahya Al Haddadi
  • Syaikh Abdullah Shalfiq : Perjalananku ke Indonesia
Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan ummatku yang menegakkan/ berdiri di atas perintah Allah, tidak akan memadhorotkan mereka siapa yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang perkara Allah (yaitu hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian“. [Muttafaqun ‘alaih, hadits dari Mu’awiyah]
‘Ulama Saudi Arabia:
  1. Al ‘Allamah asy Syaikh Muhammad Mukhtar Amin asy Syanqithiy– shohibut Tafsir adh wa’ul bayan. Beliau termasuk salah satu guru Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin
  2. Al ‘Allamah asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir as Sa’di , pemilik kitab Tafsir Karimur Rohman fi Kalamil Mannan atau yang lebih dkenal Tafsir as Sa’diy
  3. Samahatusy Syaikh al ‘allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
  4. Faqihul zaman al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin
  5. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Adbul Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al Badr, Beliau termasuk ulama senior saat ini, mengajar di Masjid Nabawi.
  6. Al ‘allamah asy Syaikh Doktor Sholih Fauzan al Fauzan anggota Haiah Kibarul ‘Ulama
  7. Al ‘allamah asy Syaikh Abdul Aziz bin sholih alu Syaikh mufti ‘Amm kerajaan Saudi Arabia saat ini
  8. Al ‘allamah al muhaddits asy Syaikh Yahya bin Ahmad an Najmi mufti kerajaan Saudi untuk daerah Selatan (Shoromithoh)
  9. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkholy –pembawa bendera jarh wa ta’dil saat ini sebagaimana rekomendasi Syaikh al Albani
  10. Al ‘allamah asy syaikh Dr. Sholih bin Sa’ad as Suhaimy –Beliau dosen pascasarjana di Jami’ah al Islamiyyah Madinah
  11. Al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkholy –dosen jami’ah Islamiyyah Madinah
  12. Al ‘allamah asy Syaikh Dr. Ibrohim bin ‘Amir ar Rauhaily – penulis kitab “Mauqif Ahlis sunnah ‘an ahlil bida’” yang diterjemahkan dgn judul “Mauqif Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah” (ana lupa judul tepatnya)
  13. Asy Syaikh DR. Ali bin Nashir al faqihy – Guru Besar Aqidah di Masjid Nabawy
  14. Asy Syaikh Abdurrozaq bin Abdil Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al badr – putra Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad al Badr (point no 3)
  15. Asy Syaikh Abdul Malik a Romadhoniy al Jazairy– Beliau yang menyiapkan majelis Syaikh Abdul Muhsin di Masjid Nabawi. Penulis buku “Madarik an Nazhor fi Siyasah…”diterjemahkan dgn judul “Pandangan Tajam thd Politik”
  16. Asy Syaikh Kholid ar Roddady –pentahqiq kitab Syarhus sunnah al barbahary
  17. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al madkholy
  18. Asy Syaikh Abdulloh bin ‘Abdirrohman al Jibrin – termasuk ulama senior, sudah sepuh
  19. Asy Syaikh Ubaid al Jabiri
  20. asy Syaikh Abdul Aziz ar Rojihy
  21. Asy Syaikh Muhammad Aman Jamiy
  22. Fadhilatusy Syaikh Sholih bin Muhammad al Luhaidan ketua Mahkamah Tinggi dan anggota Hai’ah Kibarul Ulama
  23. Masyayikh anggota Majelis Ifta wal Buhuts dan anggota Kibarul Ulama
  24. Fadhilatusy Syaikh Bakar Abu –penulis kitab “Hukmul Intima’”
  25. asy Syaikh AbdusSalam bin Barjas -penulis Kitab “Hujjajul Qowwiyyah..”. Beliau sudah meninggal dalam kecelakaan mobil. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkannya di kedudukan yang mulia di sisiNya.
‘Ulama dari Yaman:
  1. al ‘allamah al muhaddits ad diyar al yamaniyyah asy Syaikh Muqbil bin Hadi al wadi’iy;, Beliau termasuk ulama besar abad ini.
  2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al Washobi; beliau mungkin Syaikh yang dituakan di Yaman. Kalau datang ke Damaj, biasanya beliau Cuma menjawab pertanyaan2 dan sedikit memberi nasihat emasnya. Punya markas di Hudaidah.
  3. Asy Syaikh Muhammad Al Imam beliau termasuk Ahl Hill wal Aqd yang ditunjuk oleh Asy Syaikh Muqbil rahimahullah. Salah satu murid pertamanya Asy Syaikh Muqbil. Punya markas di Ma’bar merupakan markas terbesar ke 2 setelah Damaj.
  4. Syaikh Yahya al Hajury–Beliau yang menggantikan Syaikh Muqbil di Darul Hadits Dammaj
  5. Asy Syaikh Abdul Aziz Al Buro’i adalah termasuk salah satu masyaikh yang sangat keras terhadap Ahlul Bid’ah. Beliau mempunyai markas di Kota Ib.
  6. Asy Syaikh Abdullah bin Utsman dijuluki Khotibul Yamany karena beliau terkenal sangat pintar berorator. Nasihat2 beliau tentang maut, membuat mata tak bisa menahan airnya.
  7. Asy Syaikh Abdurrozaq punya markas di Dammar
  8. Asy Syaikh Abdul Musowwir termasuk masyaikh yang sudah cukup berumur. Dulu Asy Syaikh Yahya hafidhohullah belajar Syarh Ibn Aqil dengan beliau.
  9. asy Syaikh Abdulloh al Mar’iy dan Saudaranya asy Syaikh Abdurrohman al Mar’iy
Ulama dari Yordania
  1. al ‘Allamah al Muhaddits Nashirus sunnah asy Syaikh al Albani . Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz pernah berkata: Saya tidak mengetahui di bawah kolong langit saat ini orang yang lebih mengetahui hadits daripada Beliau (Syaikh al Albani)”.
  2. Syaikh Ali hasan al Halabiy tatkala Syaikh al Albani ditanya cucunya “Siapakah dua orang murid yang paling mengetahui tentang hadits“. Syaikh al Albani berkata: Abu Ishaq al Huwaini dan Ali Hasan al Halabiy.
  3. Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali, penulis kitab Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf, Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhus Sholihin, dll.
  4. Syaikh Muhammad Musa
  5. Syaikh Masyhur alu Salman
  6. Syaikh Husain ‘Uwaisyiah
Istri- istri Nabi :
· Khadijah binti Khuwailid (wafat 3 SH)
· Zainab binti Khuzaimah (wafat 1 SH)
· Aisyah binti Abu Bakar (wafat 57 H)
· Hafsah binti Umar (wafat 45 H)
· Juwairiah binti Harits bin Abu Dhirar (wafat 56 H)
· Maimunah binti Harits (wafat 50 H)
· Mariah Qibtiah (wafat 16 H)
· Saudah binti Zam`ah (wafat 23 H/ 643 M)
· Sofiah binti Huyai bin Akhtab (wafat 50 H)
· Ummu Habibah binti Abu Sofyan (wafat 44 H)
· Ummu Salamah (wafat 57 H)
· Zainab binti Jahsy (wafat 20 H)
Putra-Putri Nabi
· Al- Qasim bin Muhammad
· Zainab binti Muhammad (wafat 8 H.)
· Ruqayyah binti Muhammad (wafat 2 H)
· Ummu Kultsum (wafat 9 H)
· Fatimah Az-Zahra (wafat 11 H)
· Abdullah bin Muhammad (meninggal ketika kecil)
· Ibrahim bin Muhammad (wafat 10 H ketika kecil)
Cucu Nabi
· Abdullah bin Usman bin Affan (Putra Ruqayyah)
· Ali bin Abul Ash (Putra Zainab.meninggal ketika kecil.)
· Hasan bin Ali bin Abu Talib (3-50 H.)
· Husain bin Ali bin Abu Talib (4-61 H)
· Zainal Abidin (wafat 93H)
· Ummi Kultsum binti Ali bin Abu Thalib (wafat.75H)
Paman Nabi
· Abbas bin Abdul Mutalib (wafat 32 H)
· Abu Thalib bin Abdul Muthalib (wafat 3 SH)
· Hamzah bin Abdul Mutalib (wafat 3 H)


sumber : ahlulhadist
Continue reading........

Sunday

Suramadu Bridge

Assalamu'alaikum Wr. Wb..

Yeaaayy...akhirnya bisa ke suramadu juga. Dari beberapa bulan lalu pengen kesana. Dulu tiap kali ada rencana kesana bareng teman2 pasti selalu gagal. Akhirnya pertengahan November 2011 kemaren bisa juga ke suramadu, bareng tanteQ dan teman2 kantonya. Dan ternyata subhanallah..memang benar kata teman2 yang udah pernah kesana bahwa jembatan suramadu itu indah, apalagi kalau malam.
Sebenarnya mendadak sih rencana ke jembatan suramadu, selesai urusan kantor trus makan malam, setelah itu salah satu teman kantor tanteQ langsung ngajakin kesana, jadi gak ada persiapan khusus, hanya bermodal kamera hp yg itupun baterainya sudah sekarat :( dengan bismillah kita berangkat deh ke suramadu tengah malam itu.
Katanya sih kalau malam di sana sepi, jadi bisa bebas foto2 tanpa harus diganggu kendaraan lewat, tapi ternyata sesampai disana hujan, jadi rencana buat foto2 di jembatan suramadu gagal totalll :( :(

Ini nih foto jembatan suramadu dari dalam mobil pas hujan :



terpesona dengan lampu2 jembatannya, hehehe...


tapi anehnya waktu sampai di madura, disana sama sekali gak hujan (hujannya nakal nih..)



setelah itu menyusuri jalan2 madura, tapi gak berani turun dari mobil, gelap sih..
yah kira2 1 jam puas keliling2 madura kita balik ke hotel deh, udah pada ngantuk sih tengah malam...
InsyaAllah ada kesempatan tuk jalan2 kesana lagi..Aamiin..
Continue reading........

Tuesday

For My Beloved Mom

Mom, I promise you...
I will bring you to the UMM Dome!!!!
Continue reading........

Wali - Kekasih Halal

Aku telah lelah
Memilih memilah mencari wanita
Siapakah dirinya
Yang kan menjadi kekasih halalku

Tiba-tiba aku terpana
Ada kejutan tak terduga

Dia gadis berkerudung merah
Hatiku tergoda tergugah
Tak cuma parasnya yang indah
Dia baik dia soleha

Dia gadis berkerudung merah
Bawalah diriku padanya
Takkan habis ku berdoa
Jadi kekasih halalnya

Jadikan diriku halal
Memeluk halal menciummu
Lekaslah jangan tunda
Untuk menjadi kekasih halalku

Itu itu dia gadis berkerudung merah
Hatiku tergoda tergugah
Tak cuma parasnya yang indah
Dia baik dia soleha



berikut videonya :
Continue reading........

Thursday

Permata Terindah

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.

Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi da’i besar di kota Madinah.

Memang benar,
wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa". (Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak)
Continue reading........